Sabtu, 14 Januari 2012

sistem berkas

sistem berkas pada windows
- FAT 16
FAT16 adalah sistem berkas yang menggunakan unit alokasi  yang memiliki batas hingga 16-bit, sehingga dapat menyimpan hingga 216 unit alokasi (65536 buah). Sistem berkas ini memiliki batas kapasitas hingga ukuran 4 Gigabyte saja. Ukuran unit alokasi yang digunakan oleh FAT16 bergantung pada kapasitas partisi yang hendak diformat: jika ukuran partisi kurang dari 16 Megabyte, maka Windows akan menggunakan sistem berkas FAT12, dan jika ukuran partisi lebih besar dari 16 Megabyte, maka Windows akan menggunakan sistem berkas FAT16. Tabel berikut berisi informasi sistem operasi apa saja yang mendukung sistem berkas FAT16.
- FAT 32
FAT32 adalah versi sistem berkas FAT yang paling baru, yang diperkenalkan ketika Microsoft merilis Windows 95 OEM Service Release 2 (Windows 95 OSR2).
FAT32 menggunakan ukuran unit alokasi yang lebih kecil dibandingkan dengan sistem berkas FAT12/FAT16, sehingga FAT32 lebih efisien ketika diaplikasikan pada partisi yang besar (ukurannya lebih besar dari pada 512 Megabyte). Penghematan yang dilakukan oleh FAT32 dibandingkan dengan FAT16/FAT12 kira-kira adalah 20% hingga 27%. Windows 98 memiliki utilitas yang dapat digunakan untuk mengonversi partisi FAT16 menjadi FAT32 tanpa kehilangan data.
- NTFS

NTFS atau New Technology File System, merupakan sebuah sistem berkas yang dibekalkan oleh Microsoft dalam keluarga sistem operasi Windows NT, yang terdiri dari Windows NT 3.x (NT 3.1, NT 3.50, NT 3.51), Windows NT 4.x (NT 4.0 dengan semua service pack miliknya), Windows NT 5.x (Windows 2000Windows XP, dan Windows Server 2003), serta Windows NT 6.x (Windows Vista, Windows 7).
Sistem berkas NTFS memiliki sebuah desain yang sederhana tapi memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan keluarga sistem berkasFAT. NTFS menawarkan beberapa fitur yang dibutuhkan dalam sebuah lingkungan yang terdistribusi, seperti halnya pengaturan akses (access control) siapa saja yang berhak mengakses sebuah berkas atau direktori, penetapan kuota berapa banyak setiap pengguna dapat menggunakan kapasitas hard disk, fitur enkripsi, serta toleransi terhadap kesalahan (fault tolerance). Fitur-fitur standar sebuah sistem berkas, seperti halnya directory hashing, directory caching, penggunaan atribut direktori, dan atribut berkas tentu saja telah dimiliki oleh NTFS. Bahkan, Microsoft telah menambahkan kemampuan yang hebat ke dalam NTFS agar memiliki kinerja yang tinggi, lebih tinggi daripada sistem berkas yang sebelumnya semacam HPFS atau FAT, khususnya pada ukuran volume yang besar, tetapi juga tetap mempertahankan kemudahan pengoperasiannya. Salah satu keunggulan NTFS dibandingkan dengan sistem berkas lainnya adalah bahwa NTFS bersifat extensible (dapat diperluas) dengan menambahkan sebuah fungsi yang baru di dalam sistem operasi, tanpa harus merombak desain secara keseluruhan (perombakan mungkin dilakukan, tapi tidak secara signifikan).

sistem berkas pada linux
- EXT2
EXT2 adalah file sistem yang ampuh di linux. EXT2 juga merupakan salah satu file sistem yang paling ampuh dan menjadi dasar dari segala distribusi linux. Pada EXT2 file sistem, file data disimpan sebagai data blok. Data blok ini mempunyai panjang yang sama dan meski pun panjangnya bervariasi diantara EXT2 file sistem, besar blok tersebut ditentukan pada saat file sistem dibuat dengan perintah mk2fs. Jika besar blok adalah 1024 bytes, maka file dengan besar 1025 bytes akan memakai 2 blok. Ini berarti kita membuang setengah blok per file.
EXT2 mendefinisikan topologi file sistem dengan memberikan arti bahwa setiap file pada sistem diasosiasiakan dengan struktur data inode. Sebuah inode menunjukkan blok mana dalam suatu file tentang hak akses setiap file, waktu modifikasi file, dan tipe file. Setiap file dalam EXT2 file sistem terdiri dari inode tunggal dan setiap inode mempunyai nomor identifikasi yang unik. Inode-inode file sistem disimpan dalam tabel inode. Direktori dalam EXT2 file sistem adalah file khusus yang mengandung pointer ke inode masing-masing isi direktori tersebut.

- EXT3
EXT3 adalah peningkatan dari EXT2 file sistem. Peningkatan ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya:
1.Jurnal yang disediakan oleh EXT3 menyebabkan tidak perlu lagi dilakukan pengecekan data setelah kegagalan sistem. EXT3 hanya dicek bila ada kerusakan hardware seperti kerusakan hard disk, tetapi kejadian ini sangat jarang. Waktu yang diperlukan EXT3 file sistem setelah terjadi "unclean shutdown" tidak tergantung dari ukuran file sistem atau banyaknya file, tetapi tergantung dari besarnya jurnal yang digunakan untuk menjaga konsistensi. Besar jurnal default memerlukan waktu kira-kira sedetik untuk pulih, tergantung kecepatan hardware.
2.EXT3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau "unclean shutdown".
3.EXT3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hard disk
4.Kita dapat berpindah dari EXT2 ke sistem EXT3 tanpa melakukan format ulang.
- Reiser
Reiser file sistem memiliki jurnal yang cepat. Ciri-cirinya mirip EXT3 file sistem. Reiser file sistem dibuat berdasarkan balance tree yang cepat. Balance tree unggul dalam hal kinerja, dengan algoritma yang lebih rumit tentunya.
Reiser file sistem lebih efisien dalam pemenfaatan ruang disk. Jika kita menulis file 100 bytes, hanya ditempatkan dalam satu blok. File sistem lain menempatkannya dalam 100 blok. Reiser file sistem tidak memiliki pengalokasian yang tetap untuk inode. Resier file sistem dapat menghemat disk sampai dengan 6 persen.

Selasa, 27 Desember 2011

algoritma penggantian page


1. Algoritma pengantian page acak
Algoritma penggantian acak menggantikan page secara acak dalam memori tanpa criteria tertentu. Hal ini akan menghilangkan biaya overhead dari referensi halaman pelacakan. Teknik algoritma penggantian ini tidak memakai informasi apapun dalam menentukan page yang diganti. Semua page di memori utama mempunyai penilain yang sama untuk dipilih. Teknik algoritma penggantian ini dapat memilih sembarang page, termasuk page yang sedang di process (page yang seharusnya tidak diganti, pilihan terburuk). Teknik algoritma penggantian ini sangat buruk, percobaan menunjukkan algoritma acak menimbulkan rate terjadinya page fault yang sangat tinggi

2. Algoritma pengantian page Optimal
Setiap page diberi label untuk menandai berapa instruksi lagi baru dia digunakan. Page dengan label tertinggi (waktu dari sekarang sampai pemakaian berikutnya paling lama) yang akan dikeluarkan.

3.Algoritma pengantian page NRU (not recently used)
Setiap page diberi status bit R (referenced) dan M (modified). Bit bernilai 0 jika page belum direferensi/dimodifikasi, dan 1 jika sebaliknya. Dari nilai desimalnya didapat 4 kelas dan page dengan kelas terkecillah yang akan dikeluarkan.

4.Algoritma pengantian page FIFO (First In First Out)
Page yang paling dulu masuk ke memori dari semua page yang ada dikeluarkan.

5.Algoritma pengantian page Modifikasi FIFO (Second Chance)
Mencari page yang berada di memori paling lama, tetapi juga tidak dipakai. Jika sebuah page dipakai (direferensi) bit R diset. Jika sistem menemukan bahwa bit R page yang paling lama terset, page tersebut tidak jadi dikeluarkan, tetapi bit R-nya di-reset.

6.Algoritma pengantian page LRU (Least Recently Used)
Yang dikeluarkan ialah page yang sudah tidak terpakai dalam waktu paling lama.

Jumat, 09 Desember 2011

DDBMS


basis data terdistribusi (distributed database) adalah suatu basis data yang berada di bawah kendali sistem manajemen basis data (DBMS) terpusat dengan peranti penyimpanan (storage devices) yang terpisah-pisah satu dari yang lainnya. Tempat penyimpanan ini dapat berada di satu lokasi yang secara fisik berdekatan (misal: dalam satu bangunan) atau terpisah oleh jarak yang jauh dan terhubung melalui jaringan internet. Penggunaan basis data terdistribusi dapat dilakukan di server internet, intranet atau ekstranet kantor, atau di jaringan perusahaan.
Untuk menjaga agar basis data yang terdistribusi tetap up-to-date, ada dua proses untuk menjaganya, yakni replikasi dan duplikasi. Dalam replikasi, digunakan suatu perangkat lunak untuk mencari — atau lebih tepatnya melacak — perubahan yang terjadi di satu basis data. Setelah perubahan dalam satu basis data teridentifikasi dan diketahui, baru kemudian dilakukan perubahan agar semua basis data sama satu dengan yang lainnya. Proses replikasi memakan waktu yang lama dan membebani komputer karena kompleksitas prosesnya. Sementara itu, proses duplikasi tidak sama dan tidak sekompleks replikasi. Dalam proses ini, satu basis data dijadikan master, kemudian diperbanyak menjadi sejumlah duplikat. Selama proses duplikasi berlangsung, perubahan hanya boleh dilakukan pada basis data master agar data lokal tidak tertimpa.
Pengguna (user) dari sebuah basis data terdistribusi dapat mengakses basis data melalui dua jenis aplikasi, yakni
  • aplikasi lokal: aplikasi yang tidak memerlukan data dari tempat lain
  • aplikasi global: aplikasi dengan kebutuhan akan data dari tempat lain
Dalam proses perancangan basis data terdistribusi, harus diperhatikan aspek transparansi, yaitu interaksi user terhadap basis data merupakan interaksi dengan satu sistem secara utuh. Transparansi harus terlihat dalam dua hal, yaitu
  1. Distribusi: para pengguna harus dapat berinteraksi dengan sistem secara keseluruhan sebagai satu sistem yang utuh. Kesatuan ini harus ada pada kinerja sistem dan metode pengaksesan.
  2. Perubahan (transaksi): Setiap transaksi (penambahan, penghapusan, atau peng-update-an) harus mempertahankan integritas antara basis data yang berbeda-beda dalam satu sistem. Setiap transaksi harus dibagi ke dalam sejumlah subtransaksi, yang tiap-tiap darinya memberikan pengaruh pada keseluruhan sistem basis data.

gambar ilustrasi basis data terdistribusi

Software Oracle Data Base 


Semua perusahaan atau organisasi yang menggunakan relational database management system (RDBMS) biasanya mempunyai database yang banyak atau tidak hanya satu. Oleh karena itu kenapa mereka biasanya menggunakan konsep sistem terdistribusi dalam implementasinya. Ada beberapa faktor penyebabnya antara lain :
  1. Perbedaan database biasanya didasarkan pada fungsionalitas dari database itu sendiri, misalkan untuk bagian keuangan, pemasaran ataupun sumberdaya manusia.
  2. Perbedaan database juga biasanya didasarkan pada letak geografis yang ada, semisal untuk dalam satu kota.
  3. Perbedaan database juga biasanya didasarkan pada bagaimana cara mengaksesnya misalkan untuk database transaksi atau untuk penggudangan data (data warehouse).
  4. Database pada internet Commerce biasanya diduplikasi sebagai cadangan dengan skala kemampuan yang sama.
  5. Database juga dibedakan untuk sistem yang sedang berjalan ataupun untuk yang sedang dikembangkan.
Untuk mengakomodasi kebutuhan itu maka oracle membentuk suatu skema yang memungkinkan semuanya bisa terjadi dengan konsep sistem terdisribusi.
Teknologi sistem database terdistribusi adalah dimana kuncinya adalah integrasi, bukan sentralisasi, serta teknologi ini mencoba untuk mencapai integrasi tanpa sentralisasi.
Database terdistribusi berbeda dengan database terdesentralisasi, dimana database terdistribusi merupakan suatu database tunggal logik yang secara fisik disebarkan kepada komputer-komputer pada banyak lokasi yang kemudian saling dikoneksikan oleh link data komunikasi. Sedangkan database terdesentralisasi merupakan koleksi database independen pada komputer yang tidak terhubung dalam suatu jaringan .  Suatu sistem database terdistribusi terdiri atas situs-situs yang saling berpasangan yang tidak saling membagi komponen fisik. Sistem database akan berjalan pada situs yang independen
Dalam menyusun suatu data terdistribusi perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Replikasi data, data-data harus tetap up-to-date tanpa kompromisasi pada performansi
  2. Akses yang terjadi secara bersamaan, harus menghindari terjadinya kesalahan pada data
  3. Masalah keamanan
  4. Masalah reliabilitas
Sistem database terdistribusi pada Oracle mengijinkan aplikasi-aplikasi untuk mengakses data dari database yang lokal maupun jauh. Dalam sebuah sistem database terdistribusi homogen setiap database merupakan Oracle Database, sedangkan pada sistem database terdistribusi heterogeneous paling sedikit satu diantara sekumpulan database bukan merupakan Oracle Database. Distribusi basis data menggunakan arsitektur client/server untuk memproses permintaan informasi

Sabtu, 03 Desember 2011

algoritma penanganan deadlock


 3 algoritma yang bisa digunakan dalam menanggulanginya yaitu :

1. Algoritma Ostritch
algoritma ini merupakan algoritma paling sederhana, dengan mengabaikan deadlock sama sekali.
kenapa di abaikan?karna mungkin masalah yang muncul jarang terjadi, algoritma ini digunakan karna mungkin masalah deadlock sangat jarang terjadi. Jadi apa yang dilakukan menurut algoritma ini jika terjadi deadlock? adalah restart komputer .

2. Algoritma banker
dalam algoritma ini dijelaskan bahwa: 
- setiap harus mengklaim berapa jumlah resourse yang akan digunakan
-  dan jika resourse tidak tersedia maka permintaan ditunda, dan setiap proses yang sudah selesai maka  resoursenya harus dikembalikan

Struktur data yang digunakan untuk mengimplementasikan algoritma Banker
akan menentukan state dari sumber daya yang dialokasikan oleh sistem. Misalnya n =jumlah proses dan 
m =jumlah tipe resource. Struktur data yang diperlukan :
• Available : Vektor panjang m. Jika Available[j] = k, terdapat k anggota tipe sumber
daya Rj yang tersedia.
• Max : matrik n x m. Jika Max[i, j] = k, maka proses Pi meminta paling banyak k
anggota tipe resource Rj.
• Allocation : matrik n x m. Jika Allocation[i, j] = k maka Pi sedang dialokasikan k
anggota tipe resource Rj.
• Need : matrik n x m. Jika Need[i, j] = k, maka Pi membutuhkan k anggota tipe
resource Rj untuk menyelesaikan task. Need[i, j] = Max[i, j] – Allocation[i, j].
Beberapa notasi yang perlu diketahui adalah misalnya X dan Y adalah vektor
dengan panjang n. X ≤ Y jika dan hanya jika X[i] ≤ Y[i] untuksemua i = 1, 2, .., n.
Sebagai contoh jika X = (1, 7, 3, 2) dan Y = (0, 3, 2, 1) maka Y ≤ X.



namun terdapat beberapa kekurangan dalam algoritma banker yaitu:
- proses masih belum mengetahui seberapa banyak resourse yang digunakan
- jumlah proses yang berjalan itu tidak tetap, lalu
- beberapa resourse dapat di ambilsistem sewaktu waktu
- algoritma membuat sistem untuk memenuhi permintaan hingga waktu yang tidak terbatas..hmmm


3. Algoritma safety
Algoritma ini untuk menentukan apakah sistem berada dalam state safety atau tidak.
1. Work dan Finish adalah vector dengan panjang m dan n. Inisialisasi : Work = Available dan Finish[i] = false untuk i = 1,3, …, n.
2. Cari i yang memenuhi kondisi berikut :
(a) Finish [i] = false
(b) Needi ≤ Work
Jika tidak terdapat i ke langkah 4.
3. Work = Work + Allocationi
Finish[i] = true
Kembali ke langkah 2.
4. Jika Finish [i] == true untuk semua i, maka sistem dalam state selamat.